About

counter

Kamis, 23 Februari 2012

Filosofi Lebah

Kepemimpinan dalam Filosofi Lebah [An-Nahl]
Jika anda amati binatang Lebah adalah salah satu hewan yang menarik untuk diperhatikan. Beberapa kebiasaan atau perilaku lebah tersebut menarik dan patut menjadi teladan bagi kita dalam hal karaketeristik kepemimpinan, beberapa diantaranya adalah: 
1. Lebah selalu menghisap sari tumbuhan
Lebah hanya menghisap sari pati bunga dari tumbuhan yang dihinggapinya. Bunga yang dihisappun juga biasanya tidak sembarang bunga, tapi cenderung bunga yang memberikan warna menarik dan segar. Belum pernah kita jumpai ada lebah salah makan selain sari pati bunga tumbuhan.
Sebagai pemimpin, perilaku lebah bisa dijadikan suri tauladan bahwa kita tidak pernah sekalipun memakan dari sesuatu yang tidak baik, tidak halal, hasil dari sebuah proses yang tidak jujur, dsb. Karena hal tersebut tidak akan mendatangkan berkah bagi kita sebagai pemimpin, keluarga kita dan juga warga atau anak buah yang kita pimpin.
2. Lebah dimanapun berada tidak merusak bunga yang dihisapnya maupun tangkainya.
Lebah sangat fleksibel terhadap bunga yang dihisapnya. Binatang ini tahu persis berapapun kecilnya bunga yang dihinggapinya tidak akan menyebabkan tangkai bunga tersebut patah ataupun bunganya rusak. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa menyesuaikan dimana dia tinggal dan lingkungan seperti apa yang dia hadapi dengan segala karakteristik budaya, adat istiadat, karakteristik pribadi, liingkungan dan alam sekitarnya.Sehingga dimanapun dia berada tidak akan menimbulkan resistensi dan bahkan bisa memberikan pengayoman bagi yang dipimpinnya.


3. Lebah menghasilkan madu yang banyak manfaatnya.
Hanya madu yang dihasilkan oleh lebah, bukan yang lainnya. Dan anda semua tahu betapa berkasiatnya madu tersebut buat kita semua. Disamping benilai jual tinggi, madu bisa dijadikan obat berbagai macam penyakit. Begitupun seorang pemimpin juga harus bisa menjadi penyejuk bagi rakyat/warganya/bawahannya, tempat warga/rakyat/bawahannya berkeluh kesah, dan bisa memberikan solusi terhadap setiap permasalahan warga, minimal bisa peka dan berempati terhadap permasalahan tersebut. Setiap ucapan yang keluar dari mulutnya, kebijakan yang dikeluarkan dan perilakunya selalu bernilai tinggi. Nilai dari sebuah kejujuran, kearifan dan sikap mengayomi rakyat/warga/bawahannya.


4. Lebah tidak pernah mengganggu orang tetapi berani melawan jika diganggu
Perilaku lebah senantiasa berkelompok dalam komunitasnya, tenang dan tidak pernah mengganggu orang atau binatang lainnya.Tapi jika keberadaannya diganggu misalnya sarang lebah tersebut diambil, terlihat begitu beraninya lebah-lebah tersebut mempertahankan dan melawan siapapun dan apapun yang mengganggu. Seorang pemimpin juga harusnya demikian, tidak pernah menggangu kehidupan atau komunitas diluar apa yang dipimpinnya. Namun jika keberadaannya serta warga/rakyat/bawahannya diganggu, atau mendapat ancaman dari pihak luar, maka pemimpin tersebut harus dengan tegas dan berani menghadapinya apapun dan siapapun yang mengancam.

Sahabat yang Luar Biasa..!!
Setiap orang adalah pemimpin, minimal dia adalah pemimpin bagi dirinya sendiri.Lebih luas lagi adalah pemimpin bagi lingkup keluarganya, dan bisa juga menjadi pimpinan bagi lingkungannya.Bisa jadi Anda adalah pemimpin formal yang disertai dengan jabatan, pangkat structural, tapi bisa juga pemimpin non formal yang tidak mempunyai jabatan structural namun bisa mempengaruhi, dipercaya dan dijadikan panutan bagi masyarakat sekitarnya. Apapun posisi Anda, Filosofi kepemimpinan dalam perilaku Lebah bisa menjadi suri tauladan bagi kita semua.

Wahyudi Hari Siswanto
Praktisi di industry jasa pembiayaan
(whsiswanto@gmail.com)

0 komentar:

Poskan Komentar